FAQ : NLB & Clustering

Hmmm.. sudah waktunya mengkonfigurasi Network Load Ballancing & Clustering nih…. saya searching2 ini ada beberapa teori dasar dari forum2 luar nih… moga manfaat

ASK :

I have two servers running Windows 2008 Web Edition and SQL 2008 Standard Edition, how would be the best approach to load balance them?

Should I use database mirroring or log shipping? Is Win2008 NLB easy to configure by a developer, since I’m not a sys admin?

What I’m looking for is to be able to have my sites running in case of a single server malfunction, and also to be able to easily add more servers if the demand grows. My sites runs in ASP.Net 3.5 and all of them already store the session in SQL Server. Continue reading “FAQ : NLB & Clustering”

Advertisements

Set MSSQL 2000 Linked Server ke MySQL

Beberapa hari ini saya dapet tugas mengeksplore aplikasi HRD tapi databasenya menggunakan mysql, … sementara ini aplikasi yang digunakan di tempat saya 90% (sebagian besar) menggunakan SQL Server 2000, nah kemudian ada permintaan untuk mengintegrasikan aplikasi HRD tersebut dengan aplikasi-aplikasi yang sudah ada. …. tenang..tenang … untungnya karena udah pernah nge-set Linked Server (walaupun belum nyoba untuk mysql), makanya saya gak terlalu kebingunan… Alhamdulillah..

So… untuk membuat saya tetap ingat, dan juga moga-moga bermanfaat untuk yang lainnya, step by step menge-set linked server ke mysql saya coba share disini : Continue reading “Set MSSQL 2000 Linked Server ke MySQL”

Dokumentasi Database SQL Server dng MS Visio

Ketika seorang programer yang merangkap sebagai system analyst ditugaskan membuat suatu aplikasi terkadang jika cara kerja mereka tidak terstruktur (dalam artian tidak melakukan sepenuhnya step-step perancangan dan pembangunan suatu aplikasi) biasanya meraka langsung saja melakukan coding aplikasi tanpa terlebih dahulu men design dan mendokumentasikan database yg dirancang,….biasanya yang terjadi adalah “kelimpungan….” hehehe… yaitu kelimpungan jika yg bersangkutan pelupa,… ato resign.

So.. gimana caranya supaya cepat bisa terdokumentasikan???
Continue reading “Dokumentasi Database SQL Server dng MS Visio”

Perintah DELETE dan TRUNCATE, Apa Bedanya?

Hehehe.. sebelumnya saya minta izin untuk pengarang aslinya seperti dibawah ini,… ceritanya gini… aku kan lagi browsing-browsing nyari bahan ttg MSSQL, maklum lah masih belajar juga.. eee dapet artikel menarik ini… ya udah aku pindahanin aja ke blog sendiri biar sewaktu-waktu kalo butuh referensi kagak usah susah-susah nyarinya :D, moga bermanfaat untuk yg lainnya ….

Author: Ariesa Rahardjo
Published: March 21, 2006
Visits: 1038 – Category: SQL Server

Apa perbedaan antara perintah DELETE dan TRUNCATE? Apa salah satu ada yang lebih cepat dari yang lainnya? Perintah DELETE akan melakukan log terhadap data untuk masing-masing row yang dihapus dan ini akan mengakibatkan transaction log Anda bisa membengkak ukurannya. Namun demikian, jika Anda menjalankan database Anda dalam mode full recovery, maka hal tersebut wajib dilakukan karena akan memudahkan SQL Server untuk melakukan recovery jika sewaktu-waktu terjadi bencana pada database Anda. Tetapi kita bisa ambil dari fakta di atas bahwa setiap data akan di log ke dalam transaction log dan itu sudah cukup menjelaskan bahwa perintah DELETE bisa menjadi lambat.

Sementara itu, perintah TRUNCATE lebih cepat daripada DELETE dan ini dilihat dari cara perintah TRUNCATE dalam “menghapus” data. Pada kenyataannya, perintah TRUNCATE tidak menghapus data, tetapi dia akan men-dealokasi semua data page dan menghapus pointer yang menuju ke indexnya. Data sebenarnya masih ada dan baru akan hilang apabila lokasinya ditumpangi data baru atau bila Anda melakukan database shrinking. Aktivitas dari perintah TRUNCATE tersebut tidak memerlukan resource yang besar dan maka dari itu perintah ini bisa berjalan dengan sangat cepat. Adalah pendapat yang salah pula jika perintah TRUNCATE itu tidak di-log. Proses dealokasi data page tadi sebenarnya juga direkam ke dalam transaction log file. Menurut Books OnLine SQL Server menyatakan bahwa operasi TRUNCATE merupakan operasi yang sifatnya “minimally logged operation”. Anda dapat menggunakan perintah TRUNCATE di dalam suatu transaction database, dan ketika transaction ini Anda roll-back, maka data page akan dialokasikan kembali dan database kembali ke keadaan seperti sebelum perintah TRUNCATE dijalankan. Continue reading “Perintah DELETE dan TRUNCATE, Apa Bedanya?”

Shrink SQL Log III, Cara singkat

Pada artikel sebelumnya saya telah uraikan langkah-lahkah memperkecil log file dengan cara manual dan dengan menggunakan store procedure.

Sebetulnya lahkah-lahkah tersebut sangat efektif, tapi apabila kita menangani database yang cepat sekali growing size nya akan sangat repot sekali jika kita harus selalu memperkecil Log filenya secara manual.

Setelah googling alhamdulillah nemu script singkat untuk memperkecil log file tersebut.

Berikut ini scriptnya :

use<nama database>
BACKUP LOG <nama database> WITH TRUNCATE_ONLY
DBCC SHRINKFILE(2, 2)

Lalu script itu saya jadikan Sql Job yang dischedule seminggu sekali, alhamdulillah….
Satu pekerjaan lagi sudah terbantu… makin nyantei aja neehhh 😀
nggak ketang 😛

Semoga membantu.

Perbedaan Attach,Detacth Vs Backup, Restore MSSQL

Ada orang nanya seperti ini :

>> Mau tanya mas, di ms sql detach dan attach sama gak ya
>> ama backup dan restore .

Jawaban saya :

> Beda ..

> 1. Kalau detach berfungsi untuk menghilagkan registrasi

> database dari SQL server, dan fisik datanya masih

> tetap ada di folder penyimpanan datanya. Jika telah di

> Detach, fisiknya (mdf dan ldf) bisa di copy ke

> komputer lain u/ disimpan sebagai backup, .. or

> anything else…

> Continue reading “Perbedaan Attach,Detacth Vs Backup, Restore MSSQL”

Remove Duplicate Row Pada MSSQL Data

Untuk tabel-tabel yang tidak memiliki primary key, sangat besar sekali kemungkinannya untuk menimbulkan duplikasi data.

Tentu saja hal ini akan mengakibatkan validitas data menjadi tidak benar, ini ada script untuk menghilangkan data yg duplikat,  moga-moga berguna :

Caranya :

  1. Jalankan script berikut di query analyzer untuk membuat prosedir dengan nama “Usp_deleteDupValues” (dengan catatan : Rubah nama tabel dan nama kolom sesuai kebutuhan).

SET QUOTED_IDENTIFIER ON
GO
SET ANSI_NULLS ON
GO

Create procedure Usp_deleteDupValues as

DECLARE csr1 CURSOR FOR
SELECT Col1, Col2, COUNT(*)
FROM mytesttable — tentukan tabel yg recordnya duplicate
GROUP BY Col1, Col2
HAVING COUNT(*) > 1 –filter hanya yg duplicate (>1)
FOR READ ONLY

DECLARE @Col1 INT
DECLARE @Col2 INT
DECLARE @count INT
OPEN csr1
FETCH NEXT FROM csr1 INTO @Col1, @Col2, @count

WHILE @@FETCH_STATUS <> -1
BEGIN
IF @@FETCH_STATUS <> -2
BEGIN
SET @count = @count – 1 –delete semua yg duplikat dan sisakan 1 baris
SET ROWCOUNT @count
DELETE FROM mytesttable — nama tabel yg sama seperti yg diatas

WHERE Col1 = @Col1 AND Col2 = @Col2
END –IF
FETCH NEXT FROM csr1 INTO @Col1, @Col2, @count
END –WHILE
CLOSE csr1
DEALLOCATE csr1
SET ROWCOUNT 0 –restore default semua row
GO

SET QUOTED_IDENTIFIER OFF
GO
SET ANSI_NULLS ON
GO

2.  Refresh Query Analyzer, lalu klik kanan pada prosedur “Usp_deleteDupValues”, pilih “Script Obaject to New Windows as Create”, lalu “Run” /  (F5), tunggu sampe selesai.

3. Slamet… data Anda sudah tidak duplicate lagi 😀

 

Ok.. segitu dulu mengenai script untuk menghilangkan data duplicate, semoga
bermanfaat.

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email aja, moga saya bisa membantu.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑