POLISI = Mimpi Buruukkk

Setiap kali bertemu dengan POLISI salah ataupun gak salah selalu saja ada rasa was-was, kenapa yaa?? karena dalam benak saya sudah tertanam pasti aja kalo berhadapan dengan POLISI akan ribet, berabe, dan minimal menghambat waktu kita.

Belum lagi pengalaman-pengalaman buruk ketika ditilang polisi .. hanya karena hal-hal sepele…. reeeeseeeee !!!

Pengalaman buruk itu terjadi lagi tepatnya kemaren hari Minggu, 27 April 2008 jam 11:15 siang di perpempatan Pasopati-Pasteur dibawah jembatan layang pasopati, waktu itu saya mau mengantar Istri ke tempat kerja di Jl. Sarijadi tapi sebelumnya kami bertiga dengan anak saya yg baru 3 thn jalan-jalan dulu ke BEC beli cashing baru buat komputer yg setelah nunggu 4 bulan baru beres diurusin garansinya … Karena sudah jam 11:00 kami buru-buru dari BEC menuju ke sarijadi melalui Jl. Cipaganti, lalu belok kiri ke arah pasteur. Menjelang perempatan saya liat ada pembatas, namun masih cukup dilewati mobil atau motor, asalnya saya mau belok kiri tapi melihat lampu perempatan masih hijau dan tidak ada tanda perboden saya langsung lurus saja… eeeee satu orang polisi mendadak keluar dari POS nya yg sebelumnya tidak kelihatan oleh saya (dia memang sembunyi dan jika ada mangsa baru keluar), karena saya tidak merasa bersalah saya terus memacu motor saya karena kasihan Istri sudah telat… lalu dengan sigapnya POLISI tersebut berusaha memberhentikan saya sambil mau menangkap tangan saya… coba bayangin apa nasibnya Kami jika sampai terjatuh !!!!, lalu untuk menghormati POLISI tadi saya memberhentikan motor dan menanyakan “Apa salah saya Pak??!!” lalu saya diajak ke POS meninggalkan Istri dan Anak di panas terik matahari (karena saya tidak diberi kesempatan untuk mencari tempat yg teduh) dan ditanya SIM & STNK, setelah saya kasih SIM & STNK, POLISI tersebut menuju ke belakang ke bangunan yang agak jauh dari jalan raya… dalam pikiran saya “waaah pasti ini mau transaksi…” setelah kami duduk langsung saya tanyakan kembali apa salah saya dan menjelaskan bahwa saya tidak merasa bersalah dikarenakan tidak ada rambu-rambu tidak boleh jalan lurus (perboden) tapi tetap saja POLISI tersebut berkelit dan berceramah panjang lebar …(huuu mempersulit aja…) karena saya terburu-buru u/ mengantarkan istri saya langsung saja minta struk biru (saya tidak mau ngasih ke POLISI .. meningan bayar di BANK aja biar uangnya masuk ke negara), lalu dengan kesal saya melanjutkan perjalanan mengantar Istri yang sudah telat ke tempat kerjanya.😦

Kepada para POLISI yang terhormat, dan Kepada Bapak Kapolda dan para pejabat sekalian, saya punya unek-unek !!!

  1. Apa setiap penegakkan disiplin harus selalu memakai UANG ??!!!!!!! , alangkah lebih empatik jika setiap kesalahan kecil (walaupun saya tidak merasa bersalah, karena tidak ada rambu-rambu perboden – munking yg betulnya forbiden kali yaa😀 ) para pengendara disikapi dengan teguran dan pemberitahuan, tidak harus selalu maen tilang yang ujung-ujungnya uangnya tidak tau kemana.
  2. Jika ada lajur yang tidak boleh dilalui oleh pengendara, tolong dipasang rambu-rambu yang jelas atau jika tidak ada, Andalah yang seharusnya berada ditempat itu, bukannya menunggu ditempat yang jauh untuk menangkap orang yang tidak tahu !!.
  3. Jika akan memberhentikan pengendara sepeda motor, harap perhatikan juga keselamatan pengendara. jangan maen tangkap begitu saja ketika motor masih melaju.. bahaya tau !!! Jika terjadi kecelakaan siapa yang mau bertanggung jawab ??
  4. Para POLISI yang terhormat, Anda sudah digaji dan dibayar oleh negara dari uang pajak masyarakat. Tolong ubah paradigma Anda, anda bertugas untuk melayani masyarakat, bukan untuk nyari-nyari kesalahan lalu minta uang titipan, dan bentuk apapun yang tidak simpatik !!
  5. Tolong standarkan dan sosialisasikan terhadap masyarakat apa yang boleh kita lakukan terhadap kendaraan kita, dan apa yang tidak boleh. Sebagai contoh : saya mengganti nomor plat kendaraan yang asli dikarenakan sudah patah dengan yang buatan pengrajin di pinggir jalan dan menambahkan sedikit tulisan untuk variasi, beberapa kali pemeriksaan tidak dipermasalahkan, tapi sewaktu ada pemeriksaan lagi itu menyebabkan saya ditilang, berarti antara sesama polisi juga tidak ada standar dan aturan yang jelas !!. Contoh lainnya : banyak saya liat motor2 yang knalpotnya divariasikan dan menyebabkan ditilang, tapi banyak jg yang tidak ditilang. Manakah yang betul?? boleh atau tidak kita memvariasikan kendaraan kita?? lalu batasannya sejauh apa??jika memang motor tidak boleh diganti knalpotnya, lalu mengapa tidak dilarang aja orang2 yang jual knalpotnya???? toh antara sesama petugas sendiri tidak ada standar aturan yang jelas!

Saya berharap kita semua bisa lebih dewasa dan lebih baik, Masyarakat baik dan Petugas pelayan Masyarakat termasuk POLISI nya juga baik, maka negara kita akan maju. Gimana mau maju jika pada sistem pemerintahan kita dan para petugasnya masih ada paradigma untuk mempersulit masyarakat dengan birokrasi dan tektek bengeknya yang selalu mempersulit dan mencari keuntungan pribadi semata !!.

Sampai hari ini dalam benak saya, POLISI = Mimpi Burukkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s